Archive for June, 2009

Aroma Pemikat Walet dalam Kabut

Oleh trubusid_admindb

RUMAH WALET BERUKURAN 4 M X 12 M SETINGGI 2,5 LANTAI DI CIAMPEA, BOGOR, JAWA BARAT, ITU BARU BERUMUR 1 BULAN. NAMUN, KETIKA RUMAH BARU ITU DIBUKA, KOTORAN WALET BERTEBARAN MENYELIMUTI LANTAI. PUN CERICIT WALET TERDENGAR RAMAI BAK RUMAH UMUR 1 TAHUN.

Menurut Ir Lazuardi Normansah, sang pemilik, rumah itu telah dihuni sekitar 200 walet. Normalnya, rumah baru paling banter dihuni 20 walet atau bahkan hanya seriti. Hal serupa dialami Doni – nama samaran – peternak walet di Serpong, Tangerang. Tiap sore walet yang pulang dan menginap di rumahnya bertambah banyak. ‘Walet-walet itu seperti membawa serta ‘teman-teman’ baru,’ ujarnya.

Rupanya kedua peternak itu menggunakan aroma pemikat walet untuk memancing kedatangan Collocalia fuciphaga. Namun, penggunaannya lain dari biasa. Aroma itu dicampur dengan air dalam wadah tampungan mesin kabut melalui selang. Perbandingannya 2 atau 3 bagian air dan 1 bagian aroma pemikat. Lantas mesin yang biasa digunakan pekebun tanaman hias itu diletakkan di antara roofing room dan nesting room dan dioperasikan selama 3 – 5 menit.

Tiap jam 5 pagi saat walet berangkat mencari pakan dan tiap sore saat rombongan besar walet pulang, mesin kabut itu dioperasikan. Ketika walet-walet itu beterbangan melewati nesting room dan roofing room, kabut aroma pemikat menempel di bulu-bulu mereka. Esok harinya saat mencari pakan dan kembali pulang, anggota rombongan bertambah besar. Walet liar terpikat ikut rombongan pulang. ‘Diduga aroma yang menempel di tubuh walet menarik walet lain (bukan penghuni, red) ikut masuk,’ kata Lazuardi. Itulah yang menyebabkan populasi waletnya berkembang sangat pesat.

Walet muda
Aroma pemikat walet memang jamak digunakan peternak untuk memancing kedatangan walet di rumah-rumah walet baru. Cara dan bahan yang digunakan beragam, mulai dari yang sederhana sampai kompleks. Ada yang melaburkan telur itik ke dinding ruangan, mengoleskan air cucian sarang pada lagur, dan merendam sarang tiruan dalam ramuan pemikat komersial. Itu karena walet memang tertarik beberapa aroma tertentu. ‘Aroma ikan, udang kering, dan tembakau adalah beberapa contoh yang disukai walet,’ ujar Lazuardi. Sebaliknya, aroma durian dan cumi-cumi tidak disukai.

Menurut Harry KNugroho, praktikus walet di Kelapagading, Jakarta Utara, aroma pemikat walet selama ini hanya digunakan di dalam rumah walet. ‘Fungsinya untuk menghilangkan bau semen sehingga burung merasa nyaman dan seolah-olah rumah walet sudah lama dihuni,’ ujar Harry. Belum pernah terpikirkan aroma pemikat digunakan untuk memikat walet saat berada di udara bebas.

Hal itu juga diakui Lazuardi. ‘Aroma pemikat walet memang tidak bisa berfungsi untuk memikat walet dari jarak jauh layaknya tweeter (pengeras suara, red),’ ujarnya. Jika dioleskan ke lubang keluar-masuk, paling banter bisa tercium walet dari jarak 10 – 11 meter. Nah, jika aroma itu melekat di bulu-bulu walet, otomatis bisa terbawa ke jarak yang lebih jauh bersamaan walet pergi mencari pakan. Aroma pemikat disemprotkan 2 kali sehari untuk mengantisipasi jika lebih cepat menguap di udara bebas.

Kendati begitu, berdasarkan pengalaman pemilik jasa konsultasi Multi Walet itu, aroma pemikat tidak menarik perhatian walet yang sudah pernah bersarang atau bertelur di tempat lain. Sebab, burung-burung itu sudah mempunyai ikatan dengan telur atau anak-anaknya di rumah lama.

Kecuali jika di tempatnya bersarang ada gangguan yang menyebabkan walet harus mengungsi. Misalnya, sarang dipanen tidak beraturan atau terjadi kebakaran. ‘Aroma pemikat hanya efektif untuk memancing walet-walet remaja yang belum mempunyai pasangan atau baru belajar terbang,’ ungkap Lazuardi.

Baru
Kemampuan aroma walet memikat sasaran tergantung bahan yang digunakan. Lazuardi menggunakan ramuan baru yang telah diujinya selama 4 tahun. Bahan utamanya air hujan, liur walet, dan sejenis rumput-rumputan diramu dengan 4 bahan alami lain. ‘Efeknya paling bagus jika ramuan sudah mengeluarkan gas,’ ujarnya. Cirinya, jerigen tempat ramuan itu tampak menggembung, dan cairan berubah warna dari biru menjadi keabu-abuan.

Untuk aplikasi langsung dimasukkan ke mesin kabut, dan dioleskan pada lagur serta lubang keluar-masuk. Aroma pemikat itu baunya akan semakin kuat dan tahan lama jika dioleskan ke lagur yang porous seperti kayu sengon. Aroma itu bisa tahan 2 – 3 bulan di dalam ruangan dan sekitar 2 minggu di lubang keluar-masuk.

Pengolesan di lagur dan lubang keluar-masuk walet efektivitasnya tinggi. Dampak itu dirasakan Jayadi. Awalnya peternak di Jakarta itu hampir putus asa lantaran rumah walet yang baru dibeli ternyata sudah kosong selama 2 tahun. Iseng-iseng ia mengoleskan 2 jerigen ramuan pemikat walet ke sirip dan lubang keluar masuk. Rumah walet lantas digembok dan ditinggalkan begitu saja selama 4 bulan.

Ketika ditengok kembali, hasilnya membuat Jayadi kaget. Di dalam rumah 3 lantai seluas 200 m2 itu ia menjumpai 80 sarang walet. Kini setelah 8 bulan, sudah ada 255 sarang walet di rumah itu. Umumnya, burung walet baru bersarang di rumah baru setelah 5 – 8 bulan. Bahkan di rumah walet Jayadi terdahulu, setelah 2 tahun baru terdapat 50 sarang.

Meski begitu, para peternak sepakat: tidak boleh hanya mengandalkan aroma pemikat. Kondisi mikro rumah tetap harus diutamakan. Meski diolesi ramuan pemikat, jika rumah kotor dan kondisi lingkungan tidak sesuai, walet tidak akan merasa nyaman. Untuk itu Lazuardi menyarankan kelembapan rumah harus tetap dijaga di kisaran 80 – 90% dan suhu 28 – 30oC. Jika sudah begitu, impian peternak untuk mendengar cericit walet di rumah baru, bukan sekadar impian. (Tri Susanti

Sulawesi tengah-Pemkab Sigi Buat Website

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Sigi sepertinya tak mau ketinggalan dari sisi teknologi. Di usianya yang Rabu hari ini (24/6) baru genap satu tahun, kabupaten teranyar di Sulteng itu tak sabar lagi ingin punya website.

Hal itu merupakan gagasan Pj Bupati Sigi Drs Hidayat MSi agar Sigi segera punya website sendiri, makanya langsung ditindaklanjuti oleh Kepala Bagian Protokol dan Informasi Setdakab Sigi, Resmin Laze S.Sos.

Rencananya, dalam waktu dekat ini, dia segera melakukan konsultasi ke Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) sehubungan dengan pengurusan pembuatan website itu. “Ini sangat penting. Obsesi kami untuk punya website begitu tinggi. Dengan adanya website, Sigi bisa dikenal lebih luas oleh daerah lain,’’ kata Resmin di kantornya, kemarin.

Keberadaan perangkat teknologi dalam dunia maya itu, akan menjadi sarana publikasi Pemkab Sigi mengenai potensi alam dan keanekaragaman budaya dan seni di Sigi. Semua pihak akan bisa mengaksesnya untuk pengembangan kabupaten di masa mendatang. Tidak terkecuali dari sisi investasi. Dia memastikan Kabupaten yang mekar tanggal 24 Juni 2008 ini menjadi incaran para investor untuk menanamkan sahamnya.

“Sumber daya alam di Kabupaten tersebut tak bisa dipandang sebelah mata. Jika dikelola dan dimanaj dengan baik sumber daya yang ada sekarang, maka pemberdayaan kepada masyarakat akan berjalan dengan baik pula. Lapangan kerja dan mata pencarian setidaknya akan tersedia untuk kesejahteraan masyarakat di Sigi,” jelasnya.

Semua itu dicapai, jika Sigi memprioritaskan dulu pengenalan nama kepada kalangan luar. Pengenalan, bisa dilakukan melalui pemberitaan media massa maupun memanfaatkan sumber informasi yang ada di dunia maya. Hal-hal inilah yang disadari oleh Pemkab Sigi kata Resmin, sehingga muncul semangat untuk mempercepat kehadiran website. “Semua lembaga tentunya ingin pengembangan diri, termasuk kami di sini. Berbagai cara akan kami tempuh agar daerah kami bisa sejajar dengan kabupaten lainnya yang lebih dulu mekar. Apa yang sudah ada hari ini, mudah-mudahan besoknya akan bertambah. Termasuk pengetahuan dan wawasan aparatur yang ada di sini, demi mengabdi untuk Sigi yang unggul di kemudian hari,’’tandas Resmin sembari menambahkan, kehadiran website akan lebih cepat lagi apabila data potensi dan pemetaan Kabupaten Sigi sudah tersedia semuanya untuk menjadi bahan konsumsi informasi.(fri)

sumber radar sulawesi tengah

Komentar: Yang penting websitenya sering diupdate yaks


Pameran Kursus 2009 Sulawesi Tengah

Sulawesi tengah Gebyar Pameran Kursus

2009 Bakal Digelar di Vatulemo

PALU – Ajang untuk menunjukan kemajuan dunia kursus di Sulawesi Tengah, akan digelar di lapangan Vatulemo Palu 29 Juni hingga 1 Juli 2009 mendatang. Seperti yang dituturkan oleh Ketua Panitia Gebyar Pameran Kursus 2009, Reni Puspa Bachtiar SE kepada Radar Sulteng Selasa (23/6) kemarin.

Menurut Reni, ajang ini akan menjadi media untuk unjuk kebolehan para peserta kursus di Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu untuk memperkenalkan hasil karya mereka kepada publik. Pameran tersebut akan diikuti oleh seluruh lembaga kursus dan pelatihan yang tergabung dalam organisasi himpunan penyelenggara pelatihan dan kursus Sulawesi Tengah.

Selain pameran hasil karya peserta pelatihan dan kursus, pameran yang berlangsung tiga hari itu, dimeriahkan dengan berbagai lomba busana seperti lomba busana santai tingkat SD hingga SMP dan SMA hingga umum. Kemudian ada juga lomba merangkai bunga oleh asosiasi merangkai bunga Palu, cheer leader dan lomba fotografi yang bertema peduli sosial. Acara ini juga diisi dengan pertunjukan seni dari para pegiat seni kota Palu. Saat ini urai Reni, panitia terus melakukan konsolidasi untuk mematangkan hajatan tersebut yang dipusatkan di Sekretariat panitia LKP La Rein di Jalan Setia Budi Palu Timur. (yar)

sumber radar sulawesi tengah

Razia Dipalu

Polres Palu, Sulawesi Tengah, kembali menyita ratusan botol minuman keras (miras) ilegal dari berbagai jenis dan merek dari para pengedarnya baru-baru ini.

Kasat Samapta Polres Palu AKP Saiful Mastura kepada wartawan di Palu, Kamis (4/6), mengatakan, ratusan botol miras ilegal ini disita dari empat kios yang berada di wilayah Kecamatan Palu Barat, yakni dua kios di Jalan SIS Aljufrie, serta dua lagi di Jalan Sungai Surumana dan Sungai Lariang. “Ratusan botol miras ini kami sita karena pemiliknya tidak memiliki izin resmi untuk menjual miras itu,” kata Saiful.

Dia mengatakan, penyitaan ratusan botol miras ilegal ini terjaring dalam operasi kepolisian bersendikan “Cipta Kondisi 2009″ menjelang pemilu presiden dan wakil presiden pada Juli mendatang. Adapun ratusan botol miras yang disita ini, di antaranya bermerek Asoka, Benteng, Anggur Kolesom, Topi Miring, dan segala jenis bir.

Razia Cipta Kondisi ini, lanjut Saiful, dilakukan dalam rangka meminimalisasi angka kejahatan yang terjadi di wilayah Kota Palu yang dominan pemicunya adalah dari faktor minuman keras berkadar alkohol tinggi. “Maka dari itu, kita tingkatkan terus operasi ini untuk menciptakan rasa aman di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Dalam operasi ini, polisi juga memeriksa tiga pemilik miras ilegal tersebut, yakni Wt (31) dan Bk (49), keduanya adalah warga Jalan SIS Aljufrie, serta Hd (37). Ketiga warga ini diperiksa polisi untuk dimintai keterangan sekaitan dengan izin peredaran miras di tempat usahanya tanpa disertai izin resmi.

“Mereka tidak ditahan. Alasannya tindak pidana ringan yang ancaman hukuman di bawah lima tahun, namun tetap dikenakan wajib lapor. Mereka juga diproses hukum karena melanggar Perda Kota Palu Nomor 4 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Perda Kota Palu Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pengaturan, Pengendalian dan Pengawasan, Peredaran, serta Penjualan Minuman Beralkohol,” jelas Saiful.

Saiful menambahkan, pihaknya akan terus menggiatkan razia “Cipta Kondisi” di wilayahnya dengan sasaran yang lain, seperti judi, preman, senjata tajam, dan pekerja seks komersial (PSK).

Di samping itu, jajaran Polres Palu juga terus menggiatkan operasi ke sejumlah tempat hiburan, penginapan, dan hotel di wilayahnya untuk mengantisipasi gangguan keamanan yang muncul dari tempat tersebut.

Sebelumnya, Polres Palu juga menyita ribuan botol miras ilegal yang terjaring dalam razia yang digelar sejak sebulan terakhir.

info lain tentang razia

sumber kompas

Neraca PT CNE Akhirnya Diserahkan ke DPRD

Neraca PT CNE Akhirnya Diserahkan ke DPRD

PALU – Tidak kunjung diserahkannya neraca dan sertifikasi saham PT Citra Nuansa Elok (CNE) ke DPRD Palu, mendapat sorotan tajam dari anggota dewan kota saat rapat paripurna Selasa kemarin (23/6).

Tidak sedikit legislator yang kecewa dengan Pemkot dalam rapat paripurna yang mengagendakan evaluasi terhadap hasil kerja tim panitia khusus (Pansus) bentukan DPRD Palu itu. Dalam rapat paripurna itu terungkap, Pemkot baru mau menyerahkan neraca dan sertifikasi saham ketika Raperda Penyertaan Modal sudah akan diasistensi ke Pemprov Sulteng.

Sikap Pemkot tentu saja langsung memantik reaksi dari sejumlah Anggota DPRD Palu. Bahkan Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Muhammad Ali Lamu Lc, mengancam tidak akan memberikan tanggapan akhir atas Raperda penyertaan modal, jika neraca dan sertifikat saham tidak diserahkan kepada fraksi.

Sikap yang lebih tegas disampaikan oleh Ketua Fraksi Nasional Kebangsaan Kaharuddin Syah SH, yang mengatakan fraksinya tengah mempertimbangkan untuk menolak Raperda penyertaan modal jika neraca itu tidak diserahkan ke DPRD Palu.

Dari keterangan beberapa anggota Pansus terungkap bahwa Pemkot belum mau menyerahkan neraca dan sertifikat saham karena hingga kini belum ada audit terhadap neraca PT CNE.

Bukan memaklumi, anggota dewan malah semakin keras meminta dokumen-dokumen yang terkait dengan Raperda itu.

“Dalam rapat paripurna tidak ada nanti-nanti. Ini bukan proses nanti, neraca itu harus sekarang,” kata Kaharuddin Syah SH.

Apalagi katanya, dalam pasal 11 ayat 2 Raperda penyertaan modal secara tegas menyatakan neraca dan sertifikat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Raperda.

Tidak tahan dengan kritikan Anggota DPRD itu Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaaan Daerah (DPPKAD) Suhirman SE buru-buru meninggalkan ruang sidang utama DPRD menuju ke kantornya. Sekitar 15 menit kemudian Suhirman sudah kembali ke DPRD Palu sambil membawa dokumen neraca PT Citra Nuansa Elok. Namun sertifikat saham tidak dibawa oleh Suhirman yang juga Komisaris PT CNE Ini. Adanya neraca membuat DPRD kemudian memutuskan untuk mensahkan Raperda.

Soal tidak diserahkannya sertifikat saham, yang terungkap dalam rapat paripurna DPRD bahwa sertifikat tersebut tidak perlu diserahkan ke DPRD dengan alasan PT CNE adalah perusahaan tertutup sehingga tidak wajib memperlihatkan sertifikat saham ke pihak lain.(zai)

sumber : radar sulteng

info tentang Sulawesi tengah

Wisata Moutong

copas darihttp://www.travelswithsheila.com/from_tentena_to_moutong_with_w.html

Moutong-Parimo

Moutong-Parimo

Hal ini akan menjadi brutal mengemudi hari. Mungkin lebih dari 10 jam dan Jo-Jo kata terburuk dari perjalanan. Oh … bagus kesedihan. Meclizine menurunkan menetas off dan kami pergi. Desa setelah desa. Sawah setelah sawah. Tidak ada yang baru atau yang berbeda dan akhirnya makan siang di desa Tolai. … Lihat gambar … Saya akan kembali ke Tolai hanya untuk digoreng terbaik mi-lamanya, 1 US $ untuk sepiring raksasa, dan semua waktu rumah besar dibuat keripik ubi jalar (crisps), 10 sen kantong. Seandainya saya hanya diketahui bahwa mie dan keripik ubi jalar akan menjadi terbaik, dan hanya waktu, kami pernah melihat mereka kembali, akan diambil untuk masuk kantong. Tanpa pernyataan yg berlebih-lebihan, harus ada di bawah snarfed detik tanpa mengambil saja untuk mengunyah.

Berikut atas. Wera Salopa di Tonusu, sebuah langkah air terjun 12. All right. Saya siap untuk komentar Anda … “Sheila, tinggal di rumah, yadda yadda …” … tetapi, jika Anda telah melihat satu air terjun dalam hidup Anda, Anda akan underwhelmed. I’m going to menganggap bahwa jika Anda berada di Sulawesi, atau berencana untuk mengunjungi Sulawesi, Anda telah melihat air terjun sebelumnya. Pretty … okay? Lihat gambar … …

Sari Laut Restoran, Tolai

yummy buatan sendiri keripik ubi jalar

Semakin menarik bagian air terjun di kawasan itu dengan perkebunan coklat, vanili dan hutan (vegetasi hutan) termasuk yang indah merah dragonfly (I think).

dedaunan di kawasan air terjun

bug apung pada daun

Besar lain “highlight” pada hari ini di persimpangan katulistiwa di Sulawesi. Da ta … khatulistiwa.

… dan anak emulating Tarzan, berayun pada waktunya …

Siapa yang butuh swing set ketika Anda memiliki vine berguna?

Saya sedikit gugup di wilayah Poso. Ada beberapa kerusuhan dan kekerasan berdarah antara memerangi Kristen dan Muslim antara 2001 dan 2003. Anda dapat melakukan perjalanan melalui daerah ini sekarang dan yang terakhir adalah bentrokan di tahun 2004. Terdapat beberapa pemeriksaan Militer di hampir semua desa, namun tidak ada masalah.

Terdapat ayam, anjing, kambing, sapi, orang berjalan kaki, lebih indah dan desa-desa rawa-rawa bakau … Hutan bakau ditemukan di lingkungan saline, melindungi pantai dan benar-benar membangun lingkungan mereka sendiri. Perjalanan hari ini adalah satu-satunya waktu kita lihat … dan rawa-rawa bakau stretched hanya untuk jarak dekat … Hutan bakau hitam (Saya rasa ini adalah Black Hutan bakau) seperti apa yang ada straws atau snorkels yang bertonjolan untuk intake udara. Rawa-rawa bakau yang merupakan pemandangan mutlak plus lama hari ini.

Kontak berharga Mangrove foto diambil dari mobil yang bergerak …

Totally habis setelah 10 jam = drive, makan malam saya kurus berdiri! Nasi goreng dan ayam potong dari kaki (apa lagi …). Gagasan yang “duduk” yang mengerikan. Hotel ini bising, diisi dengan kampanye untuk pemilu lokal … Lihat gambar … entourages kepala mereka dan keluar pada kampanye terseret dalam kafilah kendaraan besok. Informasi kami hanya memiliki ruang udara di “Hotel” Asmora Guesthouse tetapi kami tidak dapat menyalakannya sampai 10:00 atau guesthouse semua daya akan meniup. Stuck plugs di telinga kiri dan ke ex-Kelautan untuk bangun dan menghidupkan udara di 10:00.

info lain tentang toli-toli

Kabupaten Toli-Toli

Toli-Toli Sulteng

Toli-Toli Sulteng

Kabupaten Tolitoli atau Toli-Toli adalah salah satu kabupaten di provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Tolitoli. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 4.079.6 km² dan berpenduduk sebanyak 173.840 jiwa (2000). Kabupaten Tolitoli sebelumnya bernama Kabupaten Buol Tolitoli, namun pada tahun 2000 berdasarkan UU No. 51 Tahun 1999 daerah ini dimekarkan menjadi dua kabupaten yaitu Kabupaten Tolitoli sebagai kabupaten induk, dan Kabupaten Buol sebagai kabupaten hasil pemekaran.

Komoditas Perdagangan

Daerah ini merupakan penghasil rempah-rempah seperti: cengkeh, kopra, dan kakao yang berkualitas tinggi. Selain itu, Tolitoli juga kaya akan hasil laut (ikan, rumput laut, dan lain-lain) karena berada di daerah pesisir. Tolitoli kini sementara dalam proses melakukan perdagangan internasional yang dikenal dengan nama TOTATA (Tolitoli-Tarakan-Tawao) dan TOSAMIN (Tolitoli-Sabah-Mindanao).

[sunting]
Transportasi

Daerah Tolitoli merupakan salah satu daerah yang transportasi darat maupun Udara masih belum semaju daerah lainnya, perkembangan transportasi dari tahun ketahun cenderung lambat dibandingkan dengan kabupaten disekitarnya yang baru dimekarkan. Sejak tahun 1980an hingga sekarang pesawat udara yang dapat mendarat masih sebatas Casa dengan penumpang 12 orang dan penerbangan tidak setiap hari. Pembangunan Transportasi Darat kurang lebih sama padahal untuk mengdukung kelancaran distribusi hasil perkebunan rakyat yang dikatakan melimpah seharusnya didukung dengan sarana transportasi yang memadai. Ada beberapa tempat wisata di Tolitoli yang sangat indah, mengalahkan keindahan pantai Kuta Bali atau tempat-tempat lain. sebut saja ada pantai Lalos, Sabang Tende, Bajugan < Kolondom dan wisata bawah laut dengan terumbu karang yang masih asli dan berbagai pulau yang sangat cocok untuk resor.

sumber wikipedia

Tips Sukses Menjadi Netpreneur

Tips Sukses Menjadi Netpreneur
Copas dari bisnis247.com

1. Kecepatan.

Percepatan perkembangan teknologi, globalisasi, dan internet, laju perubahan pun semakin cepat dari yang pernah dibayangkan. Karena itu, Anda harus bisa mengantisipasinya dan sanggup bereaksi cepat, tapi juga penuh perhitungan.

2. Kemampuan Beradaptasi.

Laju perubahan yang terjadi pada dunia internet membutuhkan bisnis yang lebih fleksibel dan adaptif dibandingkan sebelumnya. Anda harus menambah pengetahuan dan mampu menginterpretasinya, serta secara cepat merespon perubahan tersebut dimanapun terjadinya baik dalam teknologi dan kompetisi, juga pada pergantian pola pasar dan pembeli.

3. Eksperimen.

Seorang netpreneur harus bersedia mencoba ide-ide baru di pasar yang dibidiknya. Anda tidak memiliki banyak waktu atau hanya mengandalkan ‘market research’ yang sudah tidak up to date untuk mengevaluasi tindakan-tindakan Anda. Eksperimen dan siap bergerak cepat untuk beradaptasi dengan apa yang dibutuhkan dan diinginkan pasar kepada Anda .

4. Inovasi Yang Konstan.

Meluncurkan produk ke pasar hanyalah sebuah permulaan. Dorongan kompetisi yang tak kenal henti dan tuntutan pasar terhadap perbaikan membuat fokus bisnis pada inovasi sangat penting.

5. Kolaborasi.

Sudah menjadi sifat dari netpreneur menjadi kolaboratif. Anda tidak bisa bekerja sendiri di pergerakan dengan kecepatan seperti ini. Internet memungkinkan Anda melibatkan banyak pemilik perusahaan dalam setiap langkah. Mulai dari kelahiran sebuah produk melalui riset, pembangunan produk, pengemasan, pengiriman, support dan proses perbaikan yang terus berjalan.

6. Jadilah Penggerak Distribusi.

Tantangan nyata dari dunia bisnis saat ini adalah distribusi penyebaran merek serta identitas produk dan jasa Anda -.
Satu hal yang paling terasa, internet memperkecil hambatan distribusi. Untuk itu, Anda harus membangun merek dan saluran distribusi demi kesinambungan kesuksesan bisnis.

7. Fokus Pada Niche Market.

Internet menjangkau dan mendistribusi kesempatan bisnis pada pasar baru yang terbuka. Karena itu, netpreneur harus memfokuskan pada sektor pasar yang terdefinisi dengan baik -yaitu pada niche market atau pasar ceruk agar dapat meraih posisi dominan atau menemukan pasar yang belum atau kurang terlayani. Walau kenyataannya, kesempatan yang paling menggairahkan terletak pada menciptakan pasar yang baru.

8. Jadilah Multidisipliner.

Perusahaan dalam era ekonomi baru seperti sekarang menciptakan solusi dengan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu seperti teknologi, content, grafis, layanan dan hubungan. Karena itu, seorang netpreneur sukses biasanya memahami berbagai disiplin ilmu.

Walet suka gelap?

Menurut para pakar walet, katanya walet suka gelap. Tetapi disalah satu hotel di malaka malaisie walet bersarang didalam rumah dan terang

Walet In da House

Warnet Linux – Solusi aman bebas sweeping

Belakangan ini di kota palu banyak sweeping. Denger2 sih pengusaha toko handphone dan komputer sudah dirazia. Entah nanti menjurus kewarnet apa tidak. Yang jelas harus siap siap :) .

Saya sudah coba pakai linux ubuntu 8.04 versi lts bisa langsung LTSP.

Apa itu ltsp silahkan tanya om gugel.

Dengan LTSP bisa menghemat harddisk dan tidak perlu susah susah install. Billing menggunakan ccl Fox. Gratis juga

Bisa juga pake zencafe kalau mau diinstall harddisk tiap komputernya. Yang jelas linux sekarang tidak kayak 10 tahun lalu yang masih text base :)