Gubernur Jeollanam-do Galakkan Investasi Korea di Sulteng

Kapanlagi.com – Gubernur Jeollanam-do (Korsel), Park Joon-yung, berjanji akan menggencarkan masuknya investasi Korsel ke Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) guna merealisasikan kerja sama “provinsi kembar” antar kedua daerah yang berbeda negara ini.

“Mulai hari ini saya akan berusaha menarik modal dari Korsel untuk mengembangkan investasi di Sulteng,” kata dia ketika memberikan sambutan pada acara penandatanganan Letter of Intens (LoI) untuk hubungan bisnis antar pengusaha kedua kawasan tersebut di Palu, Senin (13/4) malam.

Selain untuk merealisasikan kerja sama bilateral antar kedua provinsi itu, katanya, upaya mendorong masuknya investasi Korsel ke Sulteng terkait pula pada upaya penguatan kebijakan pemerintahan Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak yang berusaha menjalin kerja sama lebih intens dengan Indonesia.

Presiden Lee pada 6 Maret lalu melakukan kunjungan kerja ke Jakarta dan menemui Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono untuk membahas peningkatan kerja sama di bidang ekonomi dan investasi.

Pada acara yang dihadiri belasan Presiden dan CEO perusahaan asal Korsel serta para pejabat dan pengusaha Sulteng itu, Gubernur Park berharap kerja sama antara Provinsi Sulteng dan Provinsi Jeollanam-do yang sudah ditandatangani dalam bentuk LoI tersebut dapat ditingkatkan ke arah lebih serius (dalam bentuk kontrak bisnis dan investasi) serta berjalan dalam jangka panjang.

Park memuji langkah Gubernur Sulteng, Badjela Paliudju, yang dinilainya terus berjuang memacu masuknya investasi guna mempercepat peningkatan kesejahteraan rakyat di daerahnya.

Sebelumnya, Gubernur Paliudju mengatakan, daerahnya yang memiliki 10 kabupaten dan satu kota itu memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar dan beraneka ragam, namun umumnya belum dikelola secara maksimal.

Karena itu, Gubernur Paliudju menyambut baik kedatangan Gubernur Jeollanam-do dan puluhan pengusaha Korea yang berencana menanamkan investasinya di sektor perikanan dan kelautan, pertanian dan perkebunan untuk kepentingan bio-energi, pertambangan, dan kehutanan (penghijauan).

“Saya berharap kerja sama ini segera terealisasi untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah,” kata dia, seraya meminta Badan Pengurus Kapet Palapas terus membangun komunikasi yang intensif dengan pengusaha Korea.

Gubernur Paliudju sendiri telah menyerahkan kepada Badan Pengurus Kawasan Pembangunan Ekonomi Terpadu Palu, Donggala, Parigi-Moutong (Kapet Palapas) untuk menangani kerja sama “provinsi kembar” antara Sulteng dengan Jeollanam-do. (kpl/meg)

sumber kapanlagi