Posts tagged kota palu
Pasar Masomba terbakar …
Oct 16th
Pasar Masomba Palu Terbakar.
Sekitar pukul 14.30 waktu setempat pasar masomba di palu terbakar.
Dahsyat Man … Sampai Ludes. Jalan pada macet semua. Kasihan pedagang pedangan disana pada sibuk ngungsikan barangnya.
Semoga cepat pulih ….
Berikut video detik detik awal kebakaran di pasar masomba dari kejauhan …
Berita lain bisa lihat di http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscatvideo/nusantara/2009/10/16/92311/Pasar-Induk-Masomba-Terbakar
Bisnis Perhotelan di Palu Menjanjikan
Sep 28th
PALU- Meski telah berdiri beberapa hotel berbintang di Kota Palu, namun peluang investasi bisnis perhotelan di Kota Teluk ini dirasa masih cukup menjanjikan. Hal ini bukannya tanpa alasan.
Bebicara sebagai ketua Perhimpunan Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PPHRI Sulteng, Lukky Semen mengatakan, bisnis perhotelan di Kota Palu ke depan masih cukup potensial meski belum ditunjang dengan fasilitas pariwisata yang memadai.
Kata Lukky, berdasarkan catatan PPHRI Sulteng jumlah hotel dan di Sulteng khususnya di Kota Palu dengan ketersediaan kamar yang ada masih sangat sedikit jika ada iven yan bersifat nasional di kota ini. ‘’Untuk hotel kelas melati sampai bintang tiga hanya tersedia sekitar 1.200 kamar, ini masih sangat sedikit untuk memenuhi bila ada iven nasional di daerah ini,’’ katanya.
Karena itu, kata Lukky, kondisi seperti ini merupakan peluang bagi bisnis perhotelan di daerah ini untuk berkembang.”Peluang bisnis perhotelan di Palu masih terbuka. Okupansi hotel jika ada iven nasional sangat besar,’’ katanya, kemarin (23/9).
Dikatakan, iven nasional seperti peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Palu menjadi peluang bagi hotel-hotel untuk meraup tamu. Iven yang akan digelar bulan April dan Juli 2010 medatang diperkirakan akan menghadirkan tamu dari seluruh Indonesia sebanyak 10.000 orang.
Jumlah tamu itu terbagi dalam dua bagian yakni, pada bulan April sebanyak 5.000 orang dari kalangan pejabat kepala dinas, dan bulan Juli sebanyak 5.000 orang dari kalangan pejabat di bawah kepala dinas.
Ketersediaan kamar hotel kelas melati dan bintang tiga sebanyak 1.200 kamar tidak dapat memenuhi jumlah tamu yang hadir nanti. ‘’Karena itu PPHRI diminta untuk mencari jalan keluarnya, mungkin peninapan milik pemerintah akan digunakan,’’ katanya.
Selain itu, kata Lukky, Palu sebagai kota transit sangat menunjang bisnis perhotelan. Saat ini banyak warga Sulbar terutama pejabat pemerintah yang memilih transit di Palu jika akan berangkat ke Jakarta . Sebab jaraknya relatif dekat ke Palu disbanding ke Makassar .
Meski pejabatnya memiliki keluarga atau rumah di Palu, namun mereka cenderung memilih tinggal sementara di hotel. Sebab, ini menyangkut pertanggung jawaban keuangan yang harus dipakai sesuai peruntukannya.
KRISIS LISTRIK
Krisis energi listrik di Kota Palu yang belum teratasi sangat berdampak pada bisnis perhotelan yang ada. Karena itu, para pengusaha di bidang ini mengharapkan kepada pemerintah agar segera mengatasi krisis listrik tersebut.
Direktur Hotel Sentral H Ahrul Udaya mengakui pihaknya harus mengeluarkan biaya operasional yang besar sejak krisis listrik terjadi di Kota Palu. Hal itu harus dilakukan karena pelayanan kepada tamu hotel tidak boleh terganggu.
‘’Lampu hotel harus menyala terus, otomatis biaya operasional hotel naik karena harus mengoperasikan mesin genset,’’ katanya.
Kata Ahrul, selain biaya operasional hotel yang naik, biaya tak terduga juga tak bisa dihindari. Sebab, dengan kondisi listrik yang tidak memadai mengakibatkan beberapa fasilitas kamar hotel seperti air conditioner (AC) mengalami kerusakan. ‘’Belum lagi kerusakan pada meter jumping dan biaya solar untuk mengeoperasikan mesin genset,’’ kata Ahrul.
Hal senada dikatakan pemilik Grand Duta Hotel Lukky Semen. Katanya, energi listrik merupakan urat nadi bagi bisnis hotel. Tanpa disupali oleh energi listrik yang memadai bisnis hotel di Palu sulit untuk berkembang.
Sebagai pengusaha di bidang jasa perhotelan tentunya harus mengatasi sendiri masalah tersebut, sehingga tidak sampai mengganggu pelayanan kepada pelanggan. ‘’Kami tentunya tidak berdiam diri, kami harus antisipasi meski dengan konsekuensi biaya operasional tinggi. Kami juga berharap pemerintah dapat segera mengatasi krisis listrik di Palu,’’ kata Lukky.(sya)
sumber radar sulawesi tengah
Sejarah Pertambangan Emas di choco- Columbia
Aug 20th
Sejarah Pertambangan di Chocó__
• 1500 beberapa bekas emas kegiatan ditemukan, dari masyarakat adat pre-Columbian
• Periode 1500-1600 Kolonial. Spanyol yang secara manual ekstrak emas di Choco dan Darien, menggunakan daya manusia Indonesia.
• 1600-1820 ekstraksi emas yang intensif tetapi kali ini menggunakan budak yang dibawa dari Afrika.
• dari Perang Kemerdekaan 1820-1900. Kolombia dibayar hutangnya ke Inggris dalam Gold. Manual dan Artisan pertambangan tetap.
• 1900-1980 konsesi yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan pertambangan asing, untuk ekstraksi emas, dan platinum, menggunakan sweeps dan mesin berat. Kerusakan lingkungan hidup dan Sosial
• 1980 – Hari Ini mechanised pertengahan skala pertambangan, dikembangkan secara informal, anti-suku, dan melanggar hukum.
• 2000 – Initiation dari Certified Green Gold program, sebagai alternatif cara untuk mempromosikan perdamaian dan keanekaragaman hayati.
• 2004 – yang diakui internasional untuk bertanggung jawab Asosiasi Pertambangan telah dibuat, berdasarkan pengalaman dari proyek Green Gold di Choco, Kolombia
The Consequences of Mechanised Pertambangan
• Kerusakan hutan dan lahan.
• banyak perubahan pada habitat alam.
• Air, udara dan bumi kontaminasi
• Migrasi, dan pemusnahan spesies karena hilangnya habitat alam dan perusakan dari ekosistem.
• Hilangnya keanekaragaman hayati dan erosi
• Rugi apt tanah untuk pertanian
• Hilangnya ketahanan pangan
• Masalah kesehatan masyarakat dengan
• Lokal migrasi penduduk
info lengkap bisa lihat di http://www.greengold-oroverde.org/ingles/ov_mineria_ing.html
Kota Palu Transportasi
Jul 3rd
Transportasi Kota Palu
Transportasi Udara
Kota Palu mempunyai sebuah bandara internasional, Bandara Mutiara.
Transportasi Darat
* Angkot
Di kota Palu terdapat sekitar 800 bus mini atau juga dikenal dengan sebutan angkot yang menjadi komuter utama di kota ini. Jumlah angkot di kota ini seringkali dianggap terlalu banyak mengingat kota ini hanya membutuhkan sekitar 500 angkot. Hal ini berarti terdapat 2 angkot untuk seorang komuter. Biaya Rp.2500,- untuk orang dewasa dan Rp.1000,- untuk pelajar. Uniknya, meskipun trayek angkot telah ditetapkan, setiap angkot dapat saja mengantar penumpang ke mana saja sepanjang supir angkot berkenan. Satu hal lagi yang unik adalah, angkot tersebut disebut sebagai “Taksi” oleh penduduk setempat.
* Bus
Pada umumnya bus di kota palu hanya digunakan untuk transportasi dalam skala besar dan bus tidak bersifat publik di dalam kota. Pada umumnya untuk skala antar kota.
* Taksi
Taksi adalah komuter paling eksklusif di kotapalu ini. Penduduk setempat menggunakan kata “argo” untuk menyebut komuter ini, mengacu pada argometer yang melengkapi setiap taksi.
Kaledo Dari Kota Palu
Jun 4th
Kaledo-Makanan Khas Palu

Kaledo Khas Palu
A. Selayang Pandang
Jangan mengaku pernah menginjakkan kaki di Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu, jika Anda belum mencicipi kaledo. Masakan khas Sulawesi Tengah ini termasuk jenis masakan berkuah bening agak kekuning-kuningan dengan rasa yang sangat khas, yakni asem gurih dan pedas. Pada awalnya, masakan ini hanya berbahan baku tulang kaki sapi dengan sedikit dagingnya. Namun, karena penjual kaledo semakin banyak, sehingga tulang kaki sapi semakin sulit didapatkan. Untuk menggantikan tulang kaki tersebut, maka tulang belakang sapi pun disertakan sebagai tambahan bahan utama.
Tidak ada catatan resmi mengenai asal-usul makanan ini. Menurut cerita, konon di wilayah Sulawesi Tengah, ada seorang dermawan yang memotong sapi dan membagi-membagikannya kepada penduduk sekitar. Orang Jawa yang pertama datang mendapat daging sapi yang empuk dan kemudian dibuat bakso. Orang Makassar yang datang berikutnya mendapat bagian jeroan (isi perut), kemudian dimasak coto Makassar. Sementara orang Kaili (suku asli Donggala) yang datang belakangan hanya memperoleh tulang-tulang kaki. Oleh karena tidak ingin mengecewakan keluarganya yang menunggu di rumah, maka tulang-tulang dengan sedikit daging yang masih menempel pun dibawanya pulang ke rumah sebagai obat kecewa. Tulang-tulang tersebut kemudian mereka masak dan jadilah kaledo.
Kaledo banyak dihidangkan oleh masyarakat Sulawesi Tengah pada saat hari lebaran (Idul Fitri maupun Idul Adha) yang disajikan dengan burasa (beras diberi air santan dan dibungkus daun pisang, lalu direbus). Selain itu, makanan khas ini juga sangat cocok disantap bersama nasih putih, singkong atau jagung rebus. Bagi yang mengidap tekanan darah tinggi dan asam urat, sebaiknya lebih berhati-hati. Jangan sampai makan kaledo melebihi porsi yang semestinya.
B. Keistimewaan
Kekhasan kaledo ini terletak pada penggunaan bumbu asam Jawa. Asam Jawa yang digunakan adalah asam yang betul-betul masih muda. Untuk memperoleh konsentrat asam, kulit asam muda digerus bersama dagingnya. Jika menggunakan asam yang sudah tua, kuah kaledo tersebut akan berwarna kuning dan rasanya cenderung lebih manis.
Selain itu, masakan kaledo ini menjadi khas, karena bumbu pelengkapnya, seperti: bawang goreng khas Palu (renyah, tidak mudah lembek, dan tahan lama), sambal, dan jeruk nipis. Bagi mereka yang suka pedas, dapat menambahkan sambal yang sudah ditumbuk kasar. Sedangkan bagi yang suka kecut, dapat menambahkan perasan jeruk nipis.
Sebenarnya, yang menarik dari makanan ini, yaitu pada cara makannya. Daging yang menempel di tulang dan sumsum yang terdapat di dalam rongga tulang tersebut sangat lezat untuk dinikmati. Oleh karena itu, Anda jangan terkejut dan heran ketika melihat cara penyajian masakan yang satu ini. Biasanya disediakan garpu, pisau, sumpit ataupun pipet, yang berfungsi untuk mengeluarkan sumsum dari rongga-rongga tulang sapi tersebut.
C. Lokasi
Makanan khas Palu ini merupakan menu utama warung-warung makan di Sulawesi Tengah. Ada beberapa warung makan yang khusus menyajikan makanan ini, seperti warung makan yang berlokasi di ruas Jalan Diponegoro, Kota Palu; di depan pintu masuk Wisata Pantai Tumbelaka (3 km dari Kota Palu); dan di depan Masjid Baabus Salaam, Loliege, Jl. Raya Palu – Donggala (3 km dari Kota Palu). Selain di Kota Palu dan Donggala, makanan ini juga dapat dinikmati di warung-warung makan di Kabupaten Poso. Untuk menjangaku warung-warung tersebut, para wisatawan dapat menumpang angkutan kota berupa bus kota, taksi dan ojek.
D. Harga
Harga kaledo berkisar antara Rp. 25.000,00 – Rp. 30.000,00 perporsi. (Maret 2008).
(Samsuni/wm/34/03-08).wisata melayu
Penyelundupan Batu Emas
May 18th
Polisi Gagalkan Penyelundupan Batu Emas
Palu (ANTARA News) – Aparat Reskrim Polres Palu, Sulawesi Tengah, baru-baru ini menggagalkan upaya penyelundupan ratusan karung berisi batu yang mengandung emas yang diangkut menggunakan truk.
Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Irfaizal Nasution, di Palu, Jumat, mengatakan truk bermuatan batu mengandung emas itu diamankan pada Rabu (22/4) pagi saat melintas di Jalan Veteran, tepatnya di pertigaan Poboya-Lasoani, Kecamatan Palu Timur.
“Kami mengamankan truk beserta muatannya karena pemiliknya tidak bisa menunjukkan dokumen resmi tentang barang muatannya,” katanya.
Bersama truk itu, polisi juga mengamankan dua pelakunya, yakni Pl (47) dan St (45) sebagai pemilik dan pemodal dalam usaha ilegal tersebut.
Dalam keterangannya kepada polisi, kedua pelaku mengaku telah melakukan aksi penyelundupan serupa sebanyak dua kali.
Namun, pada aksi penyelundupan yang ketiga, nasib sial menimpa mereka. Polisi berhasil menggagalkan aksi kejahatan tersebut.
Kedua pelaku kini telah berstatus sebagai tersangka dan mendekam sementara di tahanan Mapolda Sulawesi Tengah guna menjalani proses hukum selanjutnya.
Nasution menuturkan, bebatuan mengandung emas itu diperoleh dari lokasi penambangan emas tradisional Poboya, Palu Timur.
Rencananya, barang ilegal itu akan dibawa ke perusahaan milik Pl di Manado, Sulawesi Utara, untuk selanjutnya diolah menjadi emas.
Akibat perbuatan tersebut, negara dirugikan hingga lebih Rp280 juta.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku diancam dengan pasal 158 jo 67 UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan, dengan ancaman hukuman kurungan maksimal10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.(*)
COPYRIGHT Antara © 2009
Demam 'Facebook' Landa Warga Palu
May 12th
Demam ‘Facebook’ di Kota Palu
Media Indo Minggu, 22 Februari 2009

facebook palu sulteng
PALU–MI: Dalam kurun sebulan terakhir ini, Kota Palu, Sulawesi Tengah, dilanda demam facebook. Sebagian besar pengguna jasa internet dapat dipastikan membuka situsnya, di samping website lainnya.
Demam facebook di ibu kota Sulawesi Tengah ini muncul karena selain makin banyaknya pengguna situs jejaring sosial tersebut, juga masyarakt sudah mulai jenuh dengan situs serupa, seperti friendster atau penggunaan mailing list.
Arif, 23, seorang PNS di Palu, Minggu (22/2), menyatakan penggunaan facebook sangatlah mudah, begitu pula dengan cara pembuatan akunnya. “Tidak ribet dan cepat,” ujarnya. “Setiap orang yang mempunyai alamat email pasti bisa membuka akun baru di facebook secara gratis.
Dia juga mengatakan facebook sangatlah bermanfaat, seperti bisa menambah teman baru sehingga bisa saling bertukar informasi. “Bahkan facebook juga bisa menjadi ajang pencarian pasangan,” katanya.
Pengguna facebook lainnya, Purnama, mengatakan situs tersebut memudahkannya untuk berkomunikasi dengan suaminya yang saat ini berada di Gorontalo. “Dengan facebook kita bisa ngobrol (dengan cara chatting) secara murah,” kata karyawati swasta itu.
Bahkan di setiap warung internet/warnet dan sejumlah instansi yang dilengkapi fasilitas internet hampir dipastikan membuka situs facebook sembari mengakses situs lainnya.
Sementara itu, Anshari, seorang guru SMA di Palu merasa khawatir dengan perkembangan facebook tersebut terhadap pelajar di wilayahnya.
Menurutnya, keseringan bermain internet akan membuat pelajar lupa waktu belajar sehingga mempengaruhi prestasi di sekolahnya. “Yang penting, pelajar dapat menggunakan facebook secara positif, lebih-lebih untuk menunjang kegiatan belajar,” katanya mengimbau.
Facebook sendiri diluncurkan pertama kali pada tanggal 4 Februari 2004 oleh Mark Zuckerberg seorang programer komputer dan pengusaha asal Amerika. Tujuan awalnya adalah sebagai media untuk saling mengenal antarsesama mahasiswa Harvard.
Dalam waktu dua pekan, separuh dari semua mahasiswa Harvard telah mendaftar dan memiliki akun di facebook. Tak hanya itu, beberapa kampus lain di sekitar Harvard pun meminta untuk dimasukkan dalam jaringan facebook dan akhirnya berkembang luas seperti sekarang.
Dalam perkembangannya, saat ini diperkirakan terdapat penambahan sekitar 100 ribu akun baru setiap harinya di seluruh dunia. Lebih 25 juta pengguna aktif diperkirakan juga menggunakan facebook setiap harinya.
Rata-rata setiap pengguna menghabiskan waktu sekitar 20 menit per hari untuk melakukan berbagai aktifitas di facebook, tak terkecuali di Kota Palu. (Ant/OL-06)
20:23 WIB
Tarsius From Sulteng
Apr 18th
Tarsius From Sulteng

tarsius palu sulteng
Washington, WEDNESDAY – weighing only about 50 grams, so tarsius (Tarsius spectrum) often known as the world’s smallest monkey though surely not including monkeys. Rare and exotic creatures that live only remaining suspected in the forests of North Sulawesi was still living in Central Sulawesi.
Although the small size of the body, tarsius have big eyes. figure is used as one of the characters in the movie Gremlin 1984. These types of animals including nokturnal or active at night and eat insects.
Tarsius no longer found in Sulteng year since 1921 even though there are still around 1800s in North Sulawesi. In 2000, an Indonesian scientist accidentally find in the dead trapped in a rat trap. However, since that time, there is no view that alive in the area.
The team, led by the Doyen-view Gursky tarsius the first time saw tarsius in August 2008 at the height of 2,000 meters. Habitat, makes time stand still this form of dense forest that is very foggy and cold.
“The government should reconsider the interaction between people and animals that live around the Lore Lindu,” said Gursky-Doyen. This is a way to maintain the existence of endangered wildlife that is unique.
source kompas
About Sulawesi Tengah
Apr 10th
Sejarah Singkat Pertumbuhan Sulawesi Tengah.

sulawesi tengah
Semenjak tahun 1905, wilayah Sulawesi Tengah seluruhnya jatuh ketangan Pemerintahan Hindia Belanda, dari Tujuh Kerajaan Di Timur dan Delapan Kerajaan Di Barat, kemudian oleh Pemerintah Hindia Belanda dijadikan Landschap-landschap atau Pusat-pusat Pemerintahan Hindia Belanda yang meliputi, antara lain :
1. Poso Lage di Poso;
2. Lore di Wianga;
3. Tojo di Ampana ;
4. Pulau Una-una di Una-una;
5. Bungku di Bungku;
6. Mori di Kolonodale;
7. Bagai di Luwuk;
8. Parigi di Parigi;
9. Moutong di Tinombo;
10. Tawaeli di Tawaeli;
11. Banawa di Donggala;
12. Palu di Palu;
13. Sigi/Dolo di Biromaru;
14. Kulawi di Kulawi
15. Tolo-toli di Toli-toli;
Dalam perkembanganya, ketika Pemerintahan Hindia Belanda jatuh dan sudah tidak berkuasa lagi di Sulawesi Tengah serta seluruh Indonesia, oleh Pemerintah Pusat membagi wilayah Sulawesi Tengah menjadi 3 (Tiga) bagian yakni :
1. Sulawesi Tengah bagian Barat, meliputi wilayah Kabupaten Poso, Kabupaten Banggai dan Kabupaten Buol Toli-toli. Pembagian wilayah ini didasarkan pada Undang-undang Nomor 29 Tahun 1959, tentang pembentukan Daerah-daerah Tingkat II di Sulawesi;
2. Sulawesi Tengah bagian Tengah (Teluk Tomini), masuk Wilayah Karesidenan Sulawesi Utara di Manado. Pada tahun 1919, seluruh Wilayah Sulawesi Tengah masuk Wilayah Karesidenen Sulawesi Utara di Manado. Pada tahun 1940, Sulawesi Tengah di bagi menjadi 2 Afdeeling yaitu Afdeeling Donggala yang meliputi Tujuh Onder Afdeeling dan Lima Belas Swapraja.
3. Sulawesi Tengah bagian Timur (Teluk Tolo) masuk Wilayah Karesedenan Sulawesi Timur Bau-bau.
Tahun 1964 dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 1964 terbentuklah Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah yang meliputi empat kabupaten yaitu Kabupaten Donggala, Kabupaten Poso, Kabupaten Banggai dan Kabupaten Buol Toli-toli. Selanjutnya Pemerintah Pusat menetapkan Propinsi Sulawesi Tengah sebagai Propinsi yang otonom berdiri sendiri yang ditetapkan dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 1964 tentang Pembentukan Propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah dan selanjutnya tanggal pembentukan tersebut diperingatin sebagai Hari Lahirnya Propinsi Sulawesi Tengah.
Dengan perkembangan Sistem Pemerintahan dan tutunan Masyarakat dalam era Reformasi yang menginkan adanya pemekaran Wilayah menjadi Kabupaten, maka Pemerintah Pusat mengeluarkan kebijakan melalui Undang-undang Nomor 11 tahun 2000 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 51 Tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Buol, Morowali dan Banggai Kepulauan. Kemudian melalui Undang-undang Nomor 10 Tahun 2002 oleh Pemerintah Pusat terbentuk lagi Kabupaten baru di Propinsi Sulawesi Tengah yakni Kabupaten Parigi Moutong. Dengan demikian hingga saat ini berdasarkan pemekaran Wilayah Kabupaten di Propinsi Sulawesi Tengah, Menjadi sembilan Daerah yakni :
1. Kabupaten Donggala berkedudukan di Donggala
2. Kabupaten Poso berkedudukan di Poso
3. Kabupaten Banggai berkedudukan di Luwuk
4. Kabupaten Toli-toli berkedudukan di Toli-toli
5. Kota Palu berkedudukan di Palu
6. Kabupaten Buol berkedudukan di Buol
7. Kabupaten Morowali berkedudukan di Kolonodale
8. Kabupaten Banggai Kepulauan berkedudukan di Banggai
9. Kabupaten Parigi Moutong berkedududkan di Parigi
Wilayah Propinsi Sulawesi Tengah, sebelum jatuh ke tangan Pemerintahan Hindia Belanda merupakan sebuah Pemerintahan Kerajaan yang terdiri atas 15 (Lima Belas) Kerajaan dibawah kepemimpinan para raja yang selanjutnya dalam sejarah Sulawesi Tengah dikenal dengan julukan Tujuh Kerajaan di Timur dan Delapan Kerajaan di Barat.
Kota Palu
Apr 10th
Tentang Kota Palu

palu kota
Kota Palu adalah sebuah kota sekaligus merupakan ibu kota provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Palu terletak sekitar 1.650km di sebelah timur laut Jakarta. Koordinatnya adalah 0°54? LS 119°50? BT. Penduduknya berjumlah 282.500 jiwa (2005).
Letak Geografi
Provinsi Sulawesi Tengah terletak diantara 2° 22’ Lintang Utara dan 4° 48’ Lintang Selatan serta 119° 22’ dan 124° 22’ Bujur Timur.
Batas-Batas Wilayah
Batas Utara dengan Provinsi Gorontalo
Batas Timur dengan Propinsi Maluku
Batas Selatan dengan Propinsi Sulawesi Selatan dan Propinsi Sulawesi Tenggara
Batas Barat dengan Selat Makassar
Propinsi Sulawesi Tengah yang dibentuk dengan Undang-Undang nomor 13 tahun 1964 terdiri dari wilayah daratan 68.033,00 km persegi dan wilayah lautan 189.408,00 km persegi. Secara administratif Sulawesi Tengah dibagi dalam 9 kabupaten, 1 kota madya dengan 85 kecamatan serta 1300 desa dan 132 kelurahan 91.432 desa/kelurahan.
Topografi wilayah daratan diklasifikasikan sebagai berikut:
Lahan pertanian: 673.759 Ha (10,56%)
Hutan lindung: 1.764.720 Ha (21,71%)
Hutan suaka wisata: 604.780 Ha (9,49 %)
Hutan suaka tetap: 422.809 Ha (33,64 %)
Hutan produksi yang dapat dikonversi: 241.757 Ha (3,80 %)
Lahan pemukiman: 519.757 Ha (8,16%)
Berdasarkan elevasi (ketinggian) dataran di Sulawesi Tengah terdiri dari:
0-100 M = 20,2 %
101-500 M = 27,2 %
501-1000 M = 26,7 %
di atas 1001 M = 25,9 %
Jarak antara ibukota propinsi ke daerah kabupaten:No. Jarak Antara Kilometer
1 Palu – Poso 221 Km
2 Palu – Luwuk 607 Km
3 Palu – Toli-Toli 439 Km
4 Palu – Donggala 34 Km
5 Palu – Parigi Moutong 66 Km
6 Palu – Morowali 756 Km
7 Palu – Buol 806 Km
8 Palu – Tojo Unauna 300 Km
Kota Palu dibagi kepada 4 kecamatan dan 43 kelurahan. Kecamatan-kecamatan tersebut adalah:
Palu Barat
Palu Selatan
Palu Timur
Palu Utara

