PALU, KOMPAS.com — Perbaikan jalan raya yang rusak terutama pada jalur-jalur penting yang dilalui banyak kendaraan di dalam Kota Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, akan tuntas tahun 2009.

“Semua jalan rusak akan kita tangani dengan konstruksi akhir aspal hotmix. Tender sedang berjalan dan pekerjaan fisik ditargetkan selesai akhir tahun ini,” kata Bartholomeus Tandigala, Kepala Dinas PU Kota Palu, Jumat (26/6).

Ia mengatakan dapat memahami keluhan warga kota atas banyaknya jalan rusak, terutama pada poros-poros penting seperti akses menuju pasar, sekolah, dan jalur-jalur padat kendaraan lainnya, dan berharap warga bersabar karena jalan-jalan itu sedang ditangani.

Beberapa ruas jalan penting yang rusak cukup berat adalah Jalan Tanjung Dako, Tanjung Manimbaya, Ahmad Yani, Garuda, dan Maleo di wilayah Palu Timur serta Jalan WR Supratman, Nangka, Mangga, dan Jamur di Palu Barat.

“Kita mengakui bahwa lebih 30 persen dari 700 km jalan dalam Kota Palu ini rusak dan butuh perbaikan, namun karena keterbatasan dana, kita melakukan perbaikan secara bertahap,” ujarnya.

Tahun ini, kata Bartholomeus, pihaknya memperoleh alokasi anggaran lebih dari Rp 50 miliar dari APBN dan sekitar Rp 30 miliar dari APBD Kota Palu untuk memperbaiki jalan di dalam kota yang berpenduduk hampir 400.000 jiwa ini. “Beberapa jalan yang rusak itu akan diperbaiki dengan konstruksi akhir aspal hotmix (sistim pencampuran panas),” ujarnya.

Penyebab utama kerusakan jalan dalam kota, kata Bartholomeus, adalah ketidakmampuan jalan memikul beban kendaraan yang bertonase belasan ton karena jalan kota memang dirancang dengan muatan sumbu terberat (MST) hanya delapan ton.

“Kalau jalan kota mau awet, perlu pengawasan agar truk bermuatan di atas delapan ton tidak melewati jalan yang berstatus jalan kota,” ujarnya dengan menambahkan, di dalam Kota Palu ini ada tiga kelas jalan yakni jalan kota, jalan provinsi, dan jalan nasional.

Selain itu, perlu alokasi dana yang lebih memadai untuk pemeliharaan dan peningkatan. “Untuk menuntaskan peningkatan jalan dalam kota dengan konstruksi aspal hotmix, kami butuh dana sekitar Rp 124 miliar lagi dan anggaran pemeliharaan Rp 40 miliar/tahun,” ujarnya dan menambahkan, selama ini pihaknya hanya memperoleh alokasi anggaran pemeliharaan rata-rata Rp 20 miliar per tahun.

Kota Palu juga masih membutuhkan pembangunan jalan baru untuk membuka akses ekonomi dan keterisolasian sejumlah lokasi permukiman baru sepanjang sekitar 40 kilometer.